Puasa pertama dimulai hari senin, nyaris 1 minggu yang lalu.
Saat itu matahari belum beranjak siang, maka aku juga belum menyiapkan apapun untuk berbuka puasa.
Masih lama!
Karena ada tugas yang belum selesai aku duduk lama-lama di depan komputer sambil mencari web yang bagus. Tiba-tiba ada artikel yang menulis bahwa ka'bah dapat terlihat dari bulan.
Konon, Neil Amstrong (dia bukan sih orang pertama ke bulan?) saat pertama kali menginjak bulan heran karena dia melihat bumi (ada sesuatu yang berwarna hitam, menggantung di angkasa.). Dia heran, lho, kok ternyata bumi itu menggantung? Jadi siapa yang menggantungnya?
Kemudian ada situs resmi dari NASA yang menyebutkan tentang penemuan tersebut yang dua minggu kemudian situs itu hilang.
Dan ternyata dari bumi ada radiasi lurus ke angkasa yang tidak terputus. Konon (sekali lagi, konon) radiasi itu yang menghubungkan antara ka'bah di dunia dan di akherat.
Kira-kira demikian yang dapat aku ingat.
Aduh, sayang sekali aku tidak ingat dimana aku membaca artikel itu (webnya juga tidak ingat), padahal bagus banget isinya, membaca artikel itu benar-benar amazing!
Lalu, mengapa aku menangis?
Saat bulik pulang umrah, bulik bercerita bahwa di Arab sana, mereka percaya bahwa sebenarnya posisi ka'bah itu menggantung. Tidak tepat di atas tanah. Karena saat itu aku tidak paham (maklum, baru pertama dengar), aku hanya mengiyakan saja.
Nha, saat membaca temuan Neil Amstrong itu, ternyata cocok dengan cerita yang aku dengar. Padahal itu ilmiah, bukan sekedar dongeng.
Rasanya luar biasa.
Amazing!
Ternyata manusia itu bergitu kecil, bukan siapa-siapa.
Yang kedua, hari ini, juga ketika aku di depan PC lama-lama, ada artikel tentang suara adzan yang bercampur dengan Ave Maria (dari Tania Kassis, coba cari di you tube).
Awalnya hanya artikel tentang Siti Maryam (Maria) yang namanya tertulis dalam Al Qur'an, seorang wanita yang dari beberapa agama sama-sama mempercayai kisah dan keberadaannya.
Bahwa di Libanon, ada satu hari khusus yang dirayakan bersama oleh umat muslim dan nasrani, bahwa dalam hal Siti Maryam tersebut mereka sepaham. Dan diakhiri dengan video Tania Kassis.
Agak konyol memang membayangkan azan bercampur dengan sebuah lagu.
Lalu apa yang membuat aku menangis?
Suara azannya bagus baget (walaupun porsinya hanya sedikit).
Merinding mendengarnya....
Merinding mendengarnya....
Jadi ingat suara azan kalau di Mekkah. Ujung-ujungnya pengen banget ke sana, mendengar langsung dari kedua telingaku ini.
Bisa tidak ya?
No comments:
Post a Comment