Satu minggu terakhir ini, rasanya badan sakit semua. Tiap kali mandi, terkena air dingin, kulit rasanya super panas. Sebenarnya yang panas bukan badan, tapi lebih tepatnya panas dalam. Pekerjaan yang bejibun nyaris seakan tiada akhir.
Ditambah ikut koor yang dengan terpaksa saya ikuti. Maklum, dengan telinga yang sama sekali tidak peka nada dan suara "tertawa saja sumbang" hal nyanyi-menyanyi menjadi beban berat buat saya.
Ditambah ikut koor yang dengan terpaksa saya ikuti. Maklum, dengan telinga yang sama sekali tidak peka nada dan suara "tertawa saja sumbang" hal nyanyi-menyanyi menjadi beban berat buat saya.
Well, tidak kuasa menolak membuat saya terpaksa mengikuti latihan.
Endingnya, badan langsung drop karena stress. Plus tengah malam suami ngajak nonton film yang baru selesai di down load. First of Legend -kalau enggak salah- nya Danny Yuen.
Jarangnya nonton berdua (dulu waktu masih berdua kami sering sekali nonton bareng sekarang kami harus puas nonton shaun the sheep atau oscar's oasis) membuat saya rela manyun mengikuti alur cerita yang disetting china zaman jadul dulu.
Endingnya, badan langsung drop karena stress. Plus tengah malam suami ngajak nonton film yang baru selesai di down load. First of Legend -kalau enggak salah- nya Danny Yuen.
Jarangnya nonton berdua (dulu waktu masih berdua kami sering sekali nonton bareng sekarang kami harus puas nonton shaun the sheep atau oscar's oasis) membuat saya rela manyun mengikuti alur cerita yang disetting china zaman jadul dulu.
Ujung-ujungnya tidur hanya tiga jam atau mungkin kurang.
Besok paginya suar serak-serak, tenggorokan sakit.
Alamat kena radang.
Pas dibawa ke dokter: " Wah, gimana enggak sakit buat nelan, orang tenggorokannya sariawan gini."
Alamat kena radang.
Pas dibawa ke dokter: " Wah, gimana enggak sakit buat nelan, orang tenggorokannya sariawan gini."
Bu dokter yang baik membawakan segepok antibiotik.
Yang tidak bisa ditawar lagi.
Yang tidak bisa ditawar lagi.
Wahh.....

No comments:
Post a Comment