Friday, April 29, 2011

Wonderful Friday



Hari Jumat adalah hari yang paling membosankan. 
Sebenarnya, setengah tahun terakhir ini sudah di set agar hari Jumat adalah hari santai. Namun, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Jumat adalah hari yang paling ribet, hari padatnya kegiatan, hari yang sangat melelahkan, sekaligus hari berantakan.
Ya. 
Hari Jumat adalah hari yang "hidupku kacau balau!"

Tapi, Jumat ini beda.
Jam sepuluh pagi, aku bertemu dengan guru ekstra tari.
"Bu. Maaf ya, saya kesini hanya untuk mengantar properti saja. Enggak latihan nari. Sudah tiga hari ini keringat dingin terus."
Dengan sopan kujawab bahwa tidak apa-apa kemudian diikuti dengan ucapan semoga lekas sembuh.
Sekian detik kemudian, berita gembira (libur latihan) itu sudah terbang ke mana-mana.
I"m so sorry.....
Maafkan kami pak, bukan berarti kami senang dengan penderitaanmu, tapi kami tidak bisa menyembunyikan bahwa kami senang sekali mendapat jeda waktu. 
Ada waktu luang pada hari Jum'at artinya dapat beristirahat sebentar, dapat menyelesaikan administrasi yang keteteran, dan bernafas dengan lega (tidak dikejar waktu sih!)

Sore hari, ketika seorang kawan menagih janji, aku dapat menjawab dengan senyuman.
"Katanya mau ikut senam. Kapan mulai?"
"Siiplah, minggu depan. Menunggu nyut-nyutnya hilang sempurna."
 
Sungguh, 
Benar-benar wonderful friday!


29 April ( Antara Anak Saya Dan The Royal Wedding)


Hari ini, anak saya genap 3 tahun.
Dari segi tinggi badan, tingginya sudah naik beberapa senti dibanding tahun lalu. Dari segi berat badan, beratnya sudah naik beberapa kilo. Dari segi sosial, temannya sudah tambah banyak lagi (mmm, walaupun kadang dia masih lebih suka dengan teman-teman yang umurnya lebih tua). Dari segi kenakalan, wah tambah luar biasa. Meskipun untuk yang satu ini suami sering mengingatkan: 
"Kalau gak tambah nakal (baca: tambah pinter) kita juga nanti yang bingung!"

Tadi malam utinya nelfon: "gimana acara besok?"
Kujawab: "seperti biasa ke sekolah."
Ya. Tanpa ada apa-apa.
Tanpa kue, tanpa lilin.
Kami memang tidak ingin membiasakan hari ulang tahun menjadi hari yang spesial. Karena memang kenyataannya jatah umur makin berkurang. 
Ada rencana membawa beberapa snack ke sekolah Zayyan (biasanya di sekolah disebut sebagai sodaqoh), tapi kami bingung mau bawa apa. Zayyan baru batuk, kalau kena coklat bisa-bisa batuknya kian parah. Berhubung camilan anak-anak yang enak selalu ada coklatnya, maka kami sepakat untuk menunda sodaqoh Zayyan. 
Sodaqoh tidak harus tepat di hari ulang tahun saja, bukan?



Kebetulan, hari ini juga, di Inggris ada sebuah pernikahan yang disaksikan sekitar 2 milyar orang (The Royal Wedding).
Pasti seru. Di tahun-tahun mendatang, tanggal 29 April akan jadi hari yang spesial di British sana. Hari yang dinanti banyak orang. 
Dari televisi, terlihat antusias yang luar biasa. Orang-orang rela berdesak-desakan hanya untuk menyaksikan upacara sakral itu.

Lalu apa hubungan The Royal Wedding dengan Zayyan?

Semoga kesaamaan tanggal itu dapat menjadi inspirasi buatmu, nak.
Kami doakan nak, semoga saat engkau dewasa kelak bisa menimba ilmu di sana. (Kata Arai di buku Laskar Pelangi: Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu).
Doa kami untukmu selalu, semoga dapat menjadi anak sholeh yang hidupnya bermanfaat dunia dan akherat.
Amin!

Tuesday, April 26, 2011

Lucunya anak-anak

Agar kedekatan kami lebih hidup, saya sering memanggil zayyan dengan kata-kata "sayangku."
Saya pikir, itu hanya satu kata yang tidak ada artinya untuk zayyan.
Hanya dia dengar sambil lalu.
Di luar dugaan, zayyan ternyata juga ikut memakai kata "sayangku" meski penggunaannya masih berantakan.
Malam ini, saat utinya masuk angin, zayyan mendekat kemudian bertanya: "uti sayangku masuk angin ya?" sambil mendekati uti dan memijit kakinya.
Atau juga saat banyak murid smp belajar dengan suami saya. Ketika anak-anak smp itu belajar, itulah saat-saat menyenangkan untuk zayyan (Mungkin bawaan dari kandungan, sejak saya hamil dulu zayyan memang aktif ketika mendengar keramaian).
Kadang-kadang mereka bergurau bersama. Di saat itulah zayyan -yang selalu penasaran pada semua hal baru- bertanya ini-itu, yang kadang tidak digubris.
Lalu dengan agak jengkel, sambil menarik tangan salah seorang dari, zayyan sekali lagi bertanya:
"mas-mas sayangku, ini apa?"
Dan meledaklah tawa semua yang mendengarnya!


Anak-anak memang luar biasa. Mereka bisa menyimpan memori lebih banyak dari yang bisa kita kira.

Finally, I give up!


Akhirnya, bendera putih berkibar. 
Aku menyerah.
Aku memilih pergi ke dokter untuk urusan yang satu itu.
Banyak orang tertawa penuh kemenangan (ih, sebel!) ketika aku cerita : Sudah kuputuskan. Nanti sore, aku akan ke dokter.
Komentar pertama datang dari pertner kerjaku, sambil nyengir kuda.
"Whualah. Akhirnya cuma segitu. Kelamaan, bu! Kalau akhirnya cuma dibawa ke dokter, kenapa enggak dari dulu?" (eits, ini salah juga, udah kubawa ke dokter kok).
Sebelum berangkat, dengan jujur, kubilang ke suami:
"Sebenarnya aku malu lho, ke dokter."
"Kenapa?"
"Malu aja. Cantik-cantik (^-^) kok kakinya bonyok."
Dan dia jawab,
"Masih untung to, cantik-cantik kakinya bonyok. Daripada udah enggak cantik, bonyok pula!" (ini baru namanya narsis ketemu sama narsis)

Di tempat praktek dokter, yang kutakutkan terjadilah. Aku dapat segepok amoxicillin. Waduh, males banget minumnya. Harus habis semua!
"Kalau minta yang bukan amox dok?"
"Weits, ini bukan amox lho. Cuma turunannya. Tapi lebih bagus daripada amox."
Ya sudahlah, memang sudah nasib terima saja dengan lapang dada. Pokoknya sembuh dulu deh. Dah satu minggu getting worse soalnya.

Sunday, April 24, 2011

Kompaknya keluargaku

Banyak kejadian konyol minggu ini! 


Pertama, kisah perselingkuhan di sebuah sekolah -sebut saja "R"- antara seorang guru ekstra (laki-laki) dengan seorang guru di sekolah itu (perempuan). Mengapa saya sebut konyol? Karena bagi saya itu tidak mungkin mengingat para guru di sekolah tersebut sudah "tidak muda lagi". Sedangkan saya tahu benar bahwa ada perbedaan umur yang sangat mencolok di antara keduanya. Bukan berarti kisah cinta hanya diperuntukkan bagi kaum muda saja, tapi yang jelas dalam kisah di sekolah itu ada miss link. Lagipula, kalaupun benar berselingkuh, tentu tidak akan seterbuka itu. 
Memang, cinta bisa saja datang kepada siapa saja. Tidak peduli umur, status, ataupun perbedaan lainnya. Tergantung bagaimana kita memaknai perasaan cinta itu.
Kisah konyol yang kedua berasal dari rekan kerja. Ia begitu takut "ada ****** yang tertinggal di dalam tubuhnya" (maaf disensor) sampai-sampai harus cek ke dokter sebanyak 2 kali untuk memastikan bahwa tubuhnya bersih! Bahkan sampai usg untuk membuktikannya.
Well, tokh semua memang tidak terbukti. Semua jelas pada akhirnya bahwa dia baik-baik saja.

Kisah ketiga....
Petualangan kakiku bukannya berakhir malah makin parah saja. Hiks! (Oh, no! How it can be...)
Ingin banget ngamuk pas liat suami hanya cengengesan. Padahal rasanya meriang setengah mati. 
"Bantuin atau apa kek, eh malah ngetawain?" potesku.
"Bisa bantu apa coba? Diajak ke dokter enggak mau?"
Hmmm, untuk itu saya punya dua alasan. Alasan resminya: nanti aja kalau sudah agak  baikan karena ribet mesti buka tutup kassa. Tokh sudah ada obat dari dokter. Tar deh, kalau dah agak baikan baru dibawa ke dokter lagi.
Sedang alasan tidak resminya: hehehe, malu sama dokter. Pasti dokternya membatin "cantik-cantik (narsis....^-^) kok kakinya bonyok."
Di akhir kisah menyedihkan,
Akhirnya semua kembali pada saya. Sakit-sakitnya, bengkaknya, Nyut-nyutnya... semua jadi satu tanpa tabir.
Kalau boleh kusebut, bulan ini adalah bulan yang paling menyedihkan di keluarga besarku. Adekku juga merasakannya. Bahkan sepupuku juga ikut merasakan penderitaanku. (Belum cek lagi selain kami, biasanya si om juga gak ketinggalan)
Ya. Kami bertiga terkena cobaan yang sama. Sama-sama di kaki pula!
Kompaknya.....!


Monday, April 18, 2011

Remember My Sweet Moments



Will you remember me the way 
I remember you 
Will you be the same 
The last time I saw you
You are the sweetest 
Every moment with you is the sweetest one…

Beberapa hari yang lalu, ketika sedang sibuk-sibuknya dengan cucian di belakang, suami memanggil-manggil. 
Ada apa gerangan? Kayaknya tadi suami sedang sibuk download.
Lalu dari speaker muncullah Remember My Sweet Moments. Sekali dengar, aku langsung suka banget.
"Romantis. Lagu apa? Belum pernah dengar."
"OST Tropicana Slim."   
Jadi penasaran...    (ini tidak bermaksud iklan lho!)

Akhirnya,
Setelah lama menunggu
Kemarin iklan itu muncul juga di TV, sore-sore-sambil tiduran nemani Zayyan main-sambil mijit kepala yang asli pening banget tiba-tiba ada Sweet Moments Last Longer-nya Tropicana Slim. 



Every moment with you is the sweetest one…

(Iklan itu mengalahkan "Live is an Adventure" yang sebelumnya jadi iklan favorit kami)




We Hate Monday!

Senin Pagi yang Luar Biasa...
Kaki yang tidak nyaman, bangun kesiangan (karena bangun subuh tidur lagi), anak rewel. Wuihh, lengkap sudah kekacauan pagi ini.
Meski begitu, ada yang harus disyukuri. Pening kepala yang kemarin lenyap sudah. Padahal, pening kemarin hanya berhenti saat kudengar suara saxophone dari Sadao Watanabe. Dipakai tidur pun masih menetap di sana. Aku jadi kepikiran: Sepertinya aku memang perlu sedikit relaksasi. Refreshing. Atau apalah, yang penting pikiran ini bugar kembali.

Kata pertner kerjaku, sakitku karena enggak punya duit. Walah, biar enggak punya duit asal masih bisa senyum ya ok aja tuh.
(mmm, tapi ibuku dari kemarin bertanya penuh selidik. "mikir apa to, kok kakimu sampai kambuh parah gitu?" aku tak bisa menjawab. i just can smile!)

Luar biasanya lagi,
Zayyan sudah di depan pintu kelas mogok tidak mau masuk (aduh, deg-deg an juga. kalau mogok betul, makin lengkaplah kekacauan pagi ini.)
Rahil sudah sejak pagi manyun. Alamat sampai siang agak horor ini.
Yaya' pagi-pagi sudah nangis tiga kali.
Rara yang sudah lemes sejak berangkat, ternyata muntah juga. Dua kali.
Sementara aku yang masih sibuk melindungi kaki, akhirnya ketendang oleh Fadlil juga (sampai hampir nangis aku, rasanya sungguh WOW!)

Sungguh, senin pagi yang luar biasa....

Obat Mujarab



Hari senin yang malang,
Kakiku bukannya membaik malah semakin menyedihkan saja saja.
Pagi ini kutemukan makhluk mungil yang sangat tidak sopan nangkring di atas pergelangan kakiku. Hmmm, bisul kecil yang sangat tidak sopan nongol di sana.
Rasanya?
Jangan ditanya.
Nyut!Nyut!Nyut! dari ujung kepala sampai kaki lengkap.
Sepuluh langkah saja sudah membuatku meriang!

Dua partner kerjaku hanya terkikik melihatku jalan sambil terus-terusan nyengir.
"Belum sembuh po bu?"
"Apanya? Ini malah tambah penghuni di atasnya," jawabku.
Mereka masih terkikik.
"Percaya atau tidak, aku punya obat yang ampuh lho, bu."
"Mmmm, apa coba?"

Tak ada jawaban, hanya senyum penuh arti. Kemudian, dia menyebutkan nama obat mujarab itu. Hanya satu kata: up** (sensor-sensor-sensor agak jijay soalnya). Konon, dengan mengoleskan si up** itu si bisul akan cepat matang, pecah segera lantas sembuh.
"Setahuku diolesi balsem cepet sembuh juga?"
"Walah. Kelamaan. Cobain dulu deh up** baru ngomong."
"Asal produksi sendiri lho bu. Jangan punya orang. Apalagi banyak yang baru pilek."
Wek. Wek! Jijay bener.
Tapi tokh kami bertiga pagi itu bisa terkekeh-kekeh bersama.

keterangan: si up** itu salah satu kotoran yang hanya bisa dikeluarkan dengan jari telunjuk (hayo....tebak, apa coba?)

Saturday, April 16, 2011

Itu Tidak Sopan

Urusan makan zayyan memang membuat kalang kabut. Susahnya...
Harus kejar-kejaran.
Baru liat piring aja udah langsung teriak: "LARIIIIII."
Lalu gubrag-gubrag-gubrag lari seantero rumah atau langsung masuk kamar dengan muka ditutup bantal.
Biasanya sih, zayyan makan dengan ibunya. Tapi (hehehe) kadang kukompori biar makan sama ayahnya,"Makan sama abi tu enak banget lho zay!"
Dan ayahnya langsung mendelik tak berdaya.

Tapi siang ini zayyan makan dengan yang uti.
Mereka makan siang dengan lauk ayam goreng. Karena sulit bila menyuapi dengan memakai sendok, uti zayyan memakai tangan.
Ternyata zayyan menolak disuapi dengan tangan. Kata zayyan: "Kalau makan pakai tangan itu tidak sopan, ti! Pakai sendok," Kemudian zayyan akan memanjat meja makan agar bisa mengambil sendok.

Kalimat pendek yang luar biasa -menurut saya- untuk anak yang baru akhir bulan ini 3 tahun. Entah kalimat itu zayyan dapat dari mana. 
Senin besok, akan saya tanyakan pada bu guru zayyan.

Mengulang Masa Lalu

Kemarin,
Tiba-tiba saja ritual yang lama kutinggalkan berulang.
Sibuk di atas tuts keyboard dan menunggui printer!
Seorang kawan mengingatkan: "printer kantor lagi keburu biasanya ngadat lho bu!"
Aku tak percaya. Aku memilih positive thinking.
Ternyata, setelah setengah jam di depan printer nasibku tidak membaik. Bahkan setelah kubisikkan dengan suara paling lembut, "Printerku sayang, ayolah. Tolong aku saat ini....saja! Setelah ini kamu kamu boleh ngadat lagi."
Tetap saja dia, makhluk yang paling kuharapkan, tidak bergerak. Tumpukan kertas masih saja diam.

Lalu kupanggilkan si pawangnya printer. "Bu, please, help me. Aku tak bisa ngeprint."
Lalu bu nur yang baik mengiyakan.
Ditengah-tengah penantian, printer's mom itu bertanya sambil tersenyum simpul: "Mengulang masa lalu lagi?"
Kujawab dengan tegas.
"Oh, tidak!"
Tentu aku tidak ingin terikat dengan masa lalu lagi. Aku tidak ingin mundur ke belakang.
Lalu kulanjutkan lagi,
"Bukan. Bukan mengulang masa lalu. Ini membuka lembaran baru."

My Horrible Weeks!



Kataku, Hujan itu Romantis.
Bau tanah basah, Rintik-rintik air mengguyur bumi. Orang-orang lalu lalang dengan payung di tangan.
Sunyi.
Minggu terakhir bulan Maret sampai sekarang selalu saja sama. Hujan di setiap sore. Romantiskah?
Biasanya begitu.
Tapi kini tidak.
Menyedihkan!


Minggu-minggu yang sangat berat kulalui,
Seperti tumpukan kartu domino yang jatuh satu per satu, dimulai pada pagi hari, saat bangun tidur perutku terasa perih. Maag ku kambuh.Biasanya, bila maag ku kambuh, hanya akan terasa perih. Maksimal 3 hari lantas hilang. Tapi yang ini...hanya bisa makan 5 sendok! Itu pun muntah.
(tak apa. aku ikhlas menerimanya.)
Tidak berhenti sampai situ, kakiku juga ingin diperhatikan. Dermatitis yang lama hibernasi muncul di saat yang tidak tepat. Biasanya, segera hilang setelah kuberi minyak but-but. Karena dibawa adekku, kuganti dengan minyak tawon. Hasilnya?
100% bengkak!
Segera saja bengkak itu berubah menjadi terkelupas semacam luka bakar. Warnanya pun seperti kepiting rebus. (oh, no. pasti lama sembuhnya.)
Aku segera akrab dengan kain kassa. Dan jalan terpincang-pinjang sambil meringis.
Seorang kawan pun bertanya: "seperti apa rasanya?"
Lantas kujawab: "Oh, tidak apa-apa, tidak sakit. Asal jangan terkena sesuatu. Kalau sampai kesenggol....WoW aduhai! Sungguh rasanya dari kepala sampai ke kaki."
Dan memang, kaki ku yang malang, sudah sangat hati-hati pake kena meja pula!
(tak apa. aku ikhlas menerimanya)

Wahai Yang Maha Penyembuh segala sakit,
Sembuhkanlah luka ini
dan gantilah dengan kebahagiaan yang melimpah.

Amin!