Sunday, April 24, 2011

Kompaknya keluargaku

Banyak kejadian konyol minggu ini! 


Pertama, kisah perselingkuhan di sebuah sekolah -sebut saja "R"- antara seorang guru ekstra (laki-laki) dengan seorang guru di sekolah itu (perempuan). Mengapa saya sebut konyol? Karena bagi saya itu tidak mungkin mengingat para guru di sekolah tersebut sudah "tidak muda lagi". Sedangkan saya tahu benar bahwa ada perbedaan umur yang sangat mencolok di antara keduanya. Bukan berarti kisah cinta hanya diperuntukkan bagi kaum muda saja, tapi yang jelas dalam kisah di sekolah itu ada miss link. Lagipula, kalaupun benar berselingkuh, tentu tidak akan seterbuka itu. 
Memang, cinta bisa saja datang kepada siapa saja. Tidak peduli umur, status, ataupun perbedaan lainnya. Tergantung bagaimana kita memaknai perasaan cinta itu.
Kisah konyol yang kedua berasal dari rekan kerja. Ia begitu takut "ada ****** yang tertinggal di dalam tubuhnya" (maaf disensor) sampai-sampai harus cek ke dokter sebanyak 2 kali untuk memastikan bahwa tubuhnya bersih! Bahkan sampai usg untuk membuktikannya.
Well, tokh semua memang tidak terbukti. Semua jelas pada akhirnya bahwa dia baik-baik saja.

Kisah ketiga....
Petualangan kakiku bukannya berakhir malah makin parah saja. Hiks! (Oh, no! How it can be...)
Ingin banget ngamuk pas liat suami hanya cengengesan. Padahal rasanya meriang setengah mati. 
"Bantuin atau apa kek, eh malah ngetawain?" potesku.
"Bisa bantu apa coba? Diajak ke dokter enggak mau?"
Hmmm, untuk itu saya punya dua alasan. Alasan resminya: nanti aja kalau sudah agak  baikan karena ribet mesti buka tutup kassa. Tokh sudah ada obat dari dokter. Tar deh, kalau dah agak baikan baru dibawa ke dokter lagi.
Sedang alasan tidak resminya: hehehe, malu sama dokter. Pasti dokternya membatin "cantik-cantik (narsis....^-^) kok kakinya bonyok."
Di akhir kisah menyedihkan,
Akhirnya semua kembali pada saya. Sakit-sakitnya, bengkaknya, Nyut-nyutnya... semua jadi satu tanpa tabir.
Kalau boleh kusebut, bulan ini adalah bulan yang paling menyedihkan di keluarga besarku. Adekku juga merasakannya. Bahkan sepupuku juga ikut merasakan penderitaanku. (Belum cek lagi selain kami, biasanya si om juga gak ketinggalan)
Ya. Kami bertiga terkena cobaan yang sama. Sama-sama di kaki pula!
Kompaknya.....!


No comments:

Post a Comment