Senin Pagi yang Luar Biasa...
Kaki yang tidak nyaman, bangun kesiangan (karena bangun subuh tidur lagi), anak rewel. Wuihh, lengkap sudah kekacauan pagi ini.
Meski begitu, ada yang harus disyukuri. Pening kepala yang kemarin lenyap sudah. Padahal, pening kemarin hanya berhenti saat kudengar suara saxophone dari Sadao Watanabe. Dipakai tidur pun masih menetap di sana. Aku jadi kepikiran: Sepertinya aku memang perlu sedikit relaksasi. Refreshing. Atau apalah, yang penting pikiran ini bugar kembali.
Kata pertner kerjaku, sakitku karena enggak punya duit. Walah, biar enggak punya duit asal masih bisa senyum ya ok aja tuh.
(mmm, tapi ibuku dari kemarin bertanya penuh selidik. "mikir apa to, kok kakimu sampai kambuh parah gitu?" aku tak bisa menjawab. i just can smile!)
Luar biasanya lagi,
Zayyan sudah di depan pintu kelas mogok tidak mau masuk (aduh, deg-deg an juga. kalau mogok betul, makin lengkaplah kekacauan pagi ini.)
Rahil sudah sejak pagi manyun. Alamat sampai siang agak horor ini.
Yaya' pagi-pagi sudah nangis tiga kali.
Rara yang sudah lemes sejak berangkat, ternyata muntah juga. Dua kali.
Sementara aku yang masih sibuk melindungi kaki, akhirnya ketendang oleh Fadlil juga (sampai hampir nangis aku, rasanya sungguh WOW!)
Sungguh, senin pagi yang luar biasa....
No comments:
Post a Comment