Mungkin sudah karma kalau hari ini aku hanya mendapat sedikit makan siang. Padahal, kemarin ada sisa banyak (dan telah aku lewatkan).
Hari ini adalah hari pikniknya anak-anak, jadi makan siang dibungkus tanpa ada sisa. Malangnya, nasi yang cuma sebungkus itu pun harus dibagi dua dengan zayyan -mumpung dia mau makan, biasanya kan susah!- jadi rasanya perut hanya terisi seperlima saja. Mau beli malas, pengennya terlelap barang lima belas menit saja.
Capai sekali!
Meskipun capai, pekerjaan tetap pekerjaan.
Yang harus selesai hari itu tetap harus diselesaikan. Sambil menunggu waktu pulang, kurapikan pekerjaanku yang sempat tertunda.
Kepala yang agak pening, membuatnya terasa kian berat saja. Mungkin dehidrasi, karena hari ini luar biasa panas. Mungkin juga karena gula darah yang agak turun. Mungkin juga karena kurang tidur, belakangan aku baru bisa tidur setelah lewat tengah malam.
Mmmmm, andai ada mie ayam yang lewat tentu agak baikan.
Tapi tokh, yang ditunggu tidak datang juga.
Akhirnya aku proklamirkan kepada teman-temanku kalau pulang nanti yang pertama kulakukan adalah membeli semangkuk mie ayam, lengkap dengan saus dan sambal yang pedas. Jangan lupa juga caisim yang nongol di sana sini.
Ternyata begitu keluar pintu gerbang yang terlintas adalah bakso kawi, yang sekarang agak susah mencarinya. Kalau dulu, semasa kuliah, di mana-mana bakso kawi bertebaran.
Tapi bakso kawi yang aku inginkan ini bentuknya lucu, seperti kantong (bulat di bawah) yang di atasnya ada semacam ikatan mirip permen. Biasanya kan hanya bulat saja.
Jadilah mie ayam yang kuinginkan posisinya diganti oleh semangkuk bakso kawi.
Tentu tetap dengan sambal pedas.
Mmmmm, lezatnya!



No comments:
Post a Comment