Thursday, May 19, 2011

Sebatas novel dan monitor

Kalau boleh jujur,
menunggu anak sakit itu tidak menyenangkan. 
Lelah setelah seharian bekerja, tidak ada sepertiganya bila dibandingkan dengan lelahnya menjaga anak yang sedang sakit. 
Tidak hanya lelah secara fisik, tetapi lelah secara mental. Dan justru yang membuat rasa lelah semakin berlipat ganda adalah pikiran yang kacau saat anak tidak kunjung sembuh.
Tapi untuk alasan apapun, saat anakku sedang sakit, terbaring dengan wajah memerah seperti kepiting rebus (wajah khas demam tinggi) yang aku inginkan hanya satu.
Menungguinya!

Walaupun agak jengkel karena anak rewel, tidak mau ditinggal ke mana-mana dan punggung pegal setengah mati, itulah yang aku lakukan. Membujuknya untuk sekedar makan, minum, bahkan membacakannya buku cerita bila acara TV tidak lagi menyenangkan hatinya.
Dan kegiatan yang bisa kulakukan hanyalah membaca 'The Kite Runner" setebal 400 sekian halaman atau browsing di dunia maya, sekedar posting blog. 
Hanya itu.
Karena hanya dua kegiatan itu yang dapat kukerjakan sementara aku tidak beranjak kemana-mana. 
Mencuci?
Jangan harap.
Masak?
Apalagi. 
Atau kalau nekat juga, dalam hitungan detik akan segera terdengar teriakan melengking (yang dari jarak 1 kilo pun masih terdengar) ......
uuuuumiiiiii! 
(dengan gaya khasnya memanggil: u yang terdengar seperti o dan mi' yang terdengar seperti pengucapan me pada kata mecca)

Jadi,
kunikmati saja mengkhatamkan novelku -yang sudah satu minggu baru kuselesaikan separonya,
atau 
kunikmati saja sepuasnya di depan monitor tanpa ada yang ribut meminta gantian.

No comments:

Post a Comment