Semalam, ibu menyuruhku tidur di rumahnya saja.
"Gak usah pulang, wong cuma berdua di rumah," pinta ibu agar kami tidak pulang, saat pukul 8.15 malam kami siap-siap pulang ke rumah.
Zayyan sudah oke, tapi aku yang pengen pulang.
Lain waktu aja deh zay...
"Kalau suami pagi-pagi pulang, enggak ada orang di rumah kan kasihan," jawabku.
Jadilah kami berdua saja tidur di rumah. Tekadku sudah bulat. Tidak akan membuka pintu kalau ada tamu (kecuali sodara).
Takut dengan hantu dan semacamnya sih tidak, kepalaku masih bisa berfikir jernih. Aku lebih takut kalau ada orang yang berniat jahat. Membuatku merinding.
Hiiii.
Ketika zayyan minta ke kamar mandi, saat jam dinding di kamar tepat menunjuk angka 7, pintu diketuk.
He's coming...
"Mumpung libur, nanti jalan yok!"
Walah.
Kaya pakai alkaline aja. Biasanya juga tidur seharian dulu baru badannya seger.
Belum ada setengah jam ngomong, sudah nguap-nguap. (Mmmm, alamat....)
Padahal anaknya masih kangen tuh, tidurnya digangguin terus!
Welcome home dad!

No comments:
Post a Comment