Friday, May 6, 2011

Tentang jihad

Maraknya berita tentang Osama, bom bunuh diri dan NII membuat suami geleng-geleng. Konsep jihad yang heroik itu agak mengerikan buat kami.
Selalu saja berita tentang itu terasa berat dan menyakitkan.
Menurut saya, silahkan saja kalau mau menjadi bom hidup. Itu pilihan masing-masing. Tapi tolonglah, jangan di negeri sendiri. 
Kasihan kan, kalau yang terkena saudara sekampung halaman. 

Suami saya punya pemahaman yang berbeda tentang jihad. 
Semalam, ketika kami jalan-jalan -tepatnya hanya berkeliling- sepanjang jalan yang dulu sepi dari pedagang kaki lima ternyata kini mulai tumbuh subur pedagang-pedagang warung tenda.
Serba "menu penyet" dari tempe, ikan sampai daging. 
Walaupun dengan tenda yang sangat sederhana mereka berani bersaing dengan warung tenda yang lebih dulu punya nama.
"Mereka orang-orang yang hebat. Rela bekerja sampai larut malam. Itulah sebenarnya jihad. Mencari nafkah untuk anak dan istri," kata suami saat berhenti di lampu merah.
Saya sepakat.
Andai saja semua suami punya pemahaman seperti itu, saya yakin hidup di dunia akan terasa lebih indah dan lebih mudah. 
Tidak akan ada anak-anak yang terzalimi.
Tidak akan ada wanita yang siang malam membanting tulang.
Sungguh, 
Saya yakin bahwa dunia akan menjadi tempat yang indah!

No comments:

Post a Comment