Thursday, May 19, 2011

Laryngitis

 Dalam seminggu ini entah sudah berapa kali aku bolak-balik ke PKU. Entah itu periksa atau sekedar membesuk. 
Sekali lagi, siang ini aku ke sana.
Karena panas yang tidak kunjung reda, aku harus segera membawa anakku ke dokter. Kemungkinan radang tenggorokan (dari bibirnya yang merah banget pasti ada panas dalam) yang hanya bisa reda setelah mendapat antibiotik. Dan diagnosa dokter tidak jauh meleset dari perkiraanku.
Radang hebat di tenggorokan!
"Suka makan chiki ya?"
Aku menggeleng.
Dia belum pernah makan chiki, memang tidak kukenalkan karena tenggorokannya sensitif.
"Habis makan coklat? Atau permen?"
Wah, itu dia!
"Cuma yupi dok. Atau sama aja permen ya?" ralatku buru-buru. Konyol, memungkiri bahwa yupi bukanlah permen.
Sang dokter terkekeh. 
Sama aja ada pengawet, pemanis, dan pewarna, katanya.
Oups, itu dia penyebab radangnya. Anakku tiap hari makan yupi. Tidak cuma satu malah!

Biasanya, bila panas karena radang minimal dua hari baru reda.
Panas yang semakin tinggi membuatku panik juga. Angka 40 di termometer masih belum berhenti.
Bingung. 
Kata dokter, parasetamol hanya 4x sehari. Wah, bakalan lebih tinggi kalau panasnya tiap 4 jam meningkat! Biasanya yang kupakai sanmol, ada rekomendasi dsa bila perlu bisa 4 jam sekali. 
Tapi parasetamol sirup??? 
Aku baru sekali ini pakai, dapat dari periksa THT kemarin. Meskipun isinya sama-sama paracetamol, aku tidak tahu kandungan keseluruhan, apa dosisnya sama atau ada yang lebih tinggi.
Bingung!
Memaksa pemberian tiap 4 jam, takut overdosis. Paracetamol dirombak di hati, sepertinya untuk overdosis bukan pilihan. 
Pilihan kedua, menunggu waktu minum obat sambil dikompres. 
Bukan pilihan juga karena dalam waktu 4 jam panasnya akan merambat naik dengan pasti. Terlalu lama mendapat turun panas juga bukan pilihan. Menakutkan, bila termometer menunjukkan angka 41 atau bahkan lebih.
Pilihan ketiga....
Tetap kuberikan paracetamol tiap 4 jam dengan pemberian setengah dosis.
Deal.
Agak nekat, tapi mudah-mudahan berhasil. Menurut hitunganku, hasil akhirnya tidak melebihi dosis yang dianjurkan dokter.
Bismillah...

No comments:

Post a Comment