![]() |
Biografi Maher Zain
Ketika memutuskan menjadi penyanyi, Maher Zain memilih jalur yang berbeda. Musik yang diusung sebenarnya sudah jamak ditemui. Dia memilih jalur pop modern, R&B, dipadu dengan musik Arab. Namun, syair yang ditulisnya adalah syair yang mengusung napas Islam. Karena itu, dia kerap disebut sebagai Islamic singer.
Bagi Maher, terkenal bukanlah misinya saat menjadi penyanyi. Dia ingin menyampaikan pesan kepada pendengar. Memberinya harapan, menginspirasi, sekaligus memberikan alternatif hiburan dengan musik yang berkualitas. "Bukan untuk menunjukkan identitas saya, namun lebih kepada menyebarkan cinta dan kebaikan. Saya yakin, banyak anak muda seperti saya di dunia ini. Mungkin saya bisa membagi pengalaman yang saya miliki. Cara terbaik yang bisa dilakukan adalah melalui musik," katanya.
Berbicara tentang Islam, Maher memiliki perjalanan spiritual sendiri. Dia memang dilahirkan di keluarga muslim. Tapi, kemudian dia pindah dari Lebanon ke Swedia. "Jujur, saya baru belajar mendalami Islam saat berusia 26 tahun. Seharusnya saya bisa belajar lebih awal," kata pria yang lahir pada 16 Maret 1981 tersebut. Tapi, tidak ada kata terlambat untuk menjadi lebih baik. Itulah yang dia katakan.
Setelah mendalami Islam sebagai keyakinan, Maher menyadari bahwa didalamnya terdapat banyak cinta. Dia pun ingin menyebarkannya. "Menjadi penyanyi Islam buat saya tidak sekadar melantunkan lagu dengan bahasa Arab atau mengucapkan allahuakbar, insya Allah, atau subhanallah. Islam adalah pemberian terbesar dari Allah yang mengajarkan cinta dan kedamaian. Cinta kepada ibu, saudara, tetangga, teman, istri, dan sesama. Sangat luas," jelasnya.
Bagi Maher, Islam bukan hanya gaya hidup, tapi juga pegangan hidup. "Islam itu hidup saya. Saya sadar, kalau tidak mengamalkannya, saya tidak akan bisa melakukan apa-apa. Berdoa buat saya seperti manusia membutuhkan makan dan tidur," tambahnya. Sebab itu, Maher ingin melanjutkan apa yang sudaj dilakukannya tersebut sampai waktu tak terbatas. Dia ingin lebih banyak lagi orang yang menerima pesan dari lagu-lagunya. Membuat mereka menjadi lebih baik dan menebarkan cinta serta kedamaian seluas-luasnya.
Sebagai seorang anak, Maher menyatakan senang karena apa yang sudah dilakukannya sekarang ini bisa membuat orang tua bangga. "Orang tua saya sangat bangga. Saya juga bahagia bisa membuat mereka bangga. Mereka sangat mendukung apa yang saya kerjakan sekarang ini," katanya senang
Keluarganya pindah ke Swedia ketika Maher Zain berumur delapan tahun, di mana ia melanjutkan sekolahnya. Maher Zain mampu menguasai keyboard pertama ketika ia berumur sepuluh tahun. Dia kemudian memasuki Universitas dan mendapat gelar sarjana dalam Aeronautical Engineering selama masa remajanya, dia menghabiskan malam sampau larut dengan teman-teman sekolahnya di mana mereka bernyanyi, rap, menulis dan bereksperimen dengan musik dalam segala hal. Musik yang di bawakan oleh Maher Zain terinspirasi oleh sang ayah yang juga seorang musisi handal di kota Tripoli, Lebanon.
Bakat musik Maher Zain telah terlihat semenjak ia masih muda dengan menjadi produser musik di Swedia. Namun menurut Maher Zain, dunia musik yang ia geluti yang menawarkan banyak kemewahan membuat ia merasa ada yang kurang, dan bahkan ada yang salah. “Saya sangat mencintai dunia musik, namun saya tidak menyukai hal-hal yang ada di sekilingnya, seperti ada yang salah dengan hal ini.”
Pada akhirnya Maher Zain menemukan jawaban dari keraguannya dalam bermusik setelah ia bertemu dan tergabung dalam Komunitas Muslim yang ada di Stockholm. Semenjak itu Maher Zain pun mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid dan Ia merasa di sinilah arti sebuah rumah baginya.
Maher Zain merasa bersyukur akhirnya dapat menemukan cara yang tepat, dan Ia merasa sekarang gilirannya untuk membantu orang lain melalui musik untuk melakukan hal yang sama. “Jika aku punya satu hal yang mana aku ingin sampaikan kepada orang di luar sana, bahwa sangatlah mudah untuk melihat jalan yang benar jika kita hanya membuka mata dan melihat dengan benar, itu yang terjadi padaku.”
Setelah terlibat untuk sementara sebagai produser musik, Maher Zain diperkenalkan ke RedOne, seorang produser musik di dunia musik di Swedia. Maher Zain mulai bekerja dengan RedOne dan kemudian pindah ke New York. Pada bulan Januari 2009, Maher Zain mulai bekerja pada album dan ditandatangani dengan Awakening Records.
Maher Zain telah berpartisipasi konser gratis di Bahrain, dan juga di konser Spring di Universitas Amerika di Kairo, Mesir. Album Maher Zain yang pertama berjudul “Thank You Allah” menduduki peringkat pertama di Dunia Amazon grafik Musik dan sembilan tempat di chart R & B. Pada bulan Januari 2010, Maher Zain lagu berjudul “Ya Nabi Salam Alayka” telah berhasil memenangkan gelar sebagai lagu terbaik agama pada tahun 2009 dalam kontes musik yang diselenggarakan oleh Nujoom FM.
Video musik terbaru Maher Zain “The Chosen One” menceritakan kisah kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang didasarkan pada perdamaian, tercatat di Los Angeles. Ini jelas menunjukkan Maher Zain sekarang membawa musik Islam ke tingkat yang lebih tinggi baru.
Semoga Maher Zain tetap istiqomah dan tetap melahirkan karya-karya Islami, dan kita bisa mencontoh kegigihan beliau dalam menegakkan Syiar Islam.
Pada akhirnya Maher Zain menemukan jawaban dari keraguannya dalam bermusik setelah ia bertemu dan tergabung dalam Komunitas Muslim yang ada di Stockholm. Semenjak itu Maher Zain pun mulai aktif dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masjid dan Ia merasa di sinilah arti sebuah rumah baginya.
Maher Zain merasa bersyukur akhirnya dapat menemukan cara yang tepat, dan Ia merasa sekarang gilirannya untuk membantu orang lain melalui musik untuk melakukan hal yang sama. “Jika aku punya satu hal yang mana aku ingin sampaikan kepada orang di luar sana, bahwa sangatlah mudah untuk melihat jalan yang benar jika kita hanya membuka mata dan melihat dengan benar, itu yang terjadi padaku.”
Setelah terlibat untuk sementara sebagai produser musik, Maher Zain diperkenalkan ke RedOne, seorang produser musik di dunia musik di Swedia. Maher Zain mulai bekerja dengan RedOne dan kemudian pindah ke New York. Pada bulan Januari 2009, Maher Zain mulai bekerja pada album dan ditandatangani dengan Awakening Records.
Maher Zain telah berpartisipasi konser gratis di Bahrain, dan juga di konser Spring di Universitas Amerika di Kairo, Mesir. Album Maher Zain yang pertama berjudul “Thank You Allah” menduduki peringkat pertama di Dunia Amazon grafik Musik dan sembilan tempat di chart R & B. Pada bulan Januari 2010, Maher Zain lagu berjudul “Ya Nabi Salam Alayka” telah berhasil memenangkan gelar sebagai lagu terbaik agama pada tahun 2009 dalam kontes musik yang diselenggarakan oleh Nujoom FM.
Video musik terbaru Maher Zain “The Chosen One” menceritakan kisah kehidupan dan ajaran Nabi Muhammad SAW yang didasarkan pada perdamaian, tercatat di Los Angeles. Ini jelas menunjukkan Maher Zain sekarang membawa musik Islam ke tingkat yang lebih tinggi baru.
Semoga Maher Zain tetap istiqomah dan tetap melahirkan karya-karya Islami, dan kita bisa mencontoh kegigihan beliau dalam menegakkan Syiar Islam.

No comments:
Post a Comment