Monday, May 2, 2011

Wanita, Suami dan Anak!


Pagi-pagi, seorang kawan sudah bercerita.
"Aku sebel banget, lho, suami janji ngajak jalan tapi pulang sore. Eh, ternyata sorenya hujan turun. Sakit hati aku. Pengen nangiiiis!"
Saya hanya tersenyum mendengar ceritanya.
Punya suami sibuk memang seperti "ada wanita lain". Betapa sulit mencari hari libur, eh sekalinya libur masih saja ada acara.
"Memang, suami kadang menyebalkan. Sudah punya plan, gagal karena sebab yang menurut kita tidak penting (tapi menurut suami penting)," jawab saya -yang entah mengurangi atau malah menambah sakit hati kawan saya itu.
Beberapa kawan mempunyai solusi sendiri. Jalan sendiri, belanja sendiri (bisa juga dengan teman), pokoknya di luar rumah sepuasnya.
Kalau belum punya anak sih, tidak ada masalah. Kalau punya anak, siapa yang akan mengurus?
"Gantian donk, biar suami yang ngurus!"
"O, bisa dicoba."
(Rumpian wanita, satu ngomong, yang lain menimpali)
Sebelum pergi (pamitnya sih ada acara, beneran ada acara tapi cuma sebentar -gak bohong lho- tapi diteruskan jalan-jalan) semua kebutuhan suami dan anak sudah disiapkan. Plus instruksi apa yang harus dan tidak, jam berapa anak makan, jam berapa anak tidur, baju ganti di sebelah mana, de el el.
Pulangnya, rumah sepi.
Pintu dibuka, tidak dikunci rupanya. Berarti ada orang...
Mainan berserakan, almari berantakan, susu bubuk berceceran di mana-mana.
Dua makhluk tertidur di karpet.
"Kok di karpet?"
"Dia maunya gitu."
"Gimana seharian dengan anak?"
"Pusing. Enggak sempat makan."
"Lha kan sudah disiapkan, tinggal ambil." (dengan nada lebih tinggi satu oktaf)
"Males. Enggak ada teman."
Wahh, ini sih namanya menabuh genderang perang!
 (sejak hari itu, bila mau ditinggal, sang anak dititipkan di tempat eyangnya!)

No comments:

Post a Comment