Wednesday, May 4, 2011

Hati-hati Dengan Teman Baru!

Berita tentang cuci otak yang marak di televisi berimbas pula di kampung kami. Entah hanya issue atau memang sungguh-sungguh terjadi. Dari sebuah sumber yang terpercaya, aku yakin bahwa cerita itu nyata. Tapi, melihat efek yang ditimbulkan demikian mencekam, tidak menutup kemungkinan bahwa cerita tersebut hanya issue belaka.
Sebuah kesimpulan yang bisa ditarik adalah: Jangan mudah membuka pintu untuk orang yang tidak dikenal (Jadi kalau mau ke rumah, lewat jam delapan malam, jangan lupa membawa hp agar bisa sms atau telfon minta dibukakan pintu. Terlebih kalau sedang sendirian di rumah, mohon maaf, pintunya tidak akan dibuka!), hati-hati pula dengan orang yang baru saja dikenal (misalnya bertemu di jalan, di bis, atau di toko, de el el), jangan terlalu ramah. Lebih baik pura-pura sakit gigi atau apa, mungkin lebih aman, serta tolaklah bila ditawari barang (makanan, minuman, parfum, atau yang lain) kemudian ditawari untuk mencicipi, mencium baunya, atau mencobanya).
Sms dari suami (tentang waspada cuci otak/penipuan) membuatku harus memforwardnya untuk orang-orang tersayang. Belasan sms terkirim (dan tidak satu-pun dibalas!) membuat perasaan lebih tentram. Setidaknya ada peringatan, tokh kalaupun akhirnya terjadi itu namanya sudah takdir (lho, kok jadi gitu?). 
Ya. 
Semoga sms yang hanya beberapa kalimat itu membuat kita makin waspada.
Jangan lupa selalu berdoa semoga terhindar dari hal-hal yang buruk. 
Amin!

Dan sebuah sms yang tidak perlu terkirim ke nomor yang tidak perlu!
(Ini baru namanya mencari masalah).
Betapa kagetnya, ketika kubayangkan report berbunyi not delivered ternyata delivered dan setelah kubaca berulang-ulang-pun tetap berbunyi it was delivered.
Maaf, sebenarnya itu tidak perlu dibaca. 
Hanya karena terlanjur terkirim, jadi maafkanlah (untuk kasus ini, akulah yang salah.).
(Satu hal yang membuat bingung adalah pertanyaan tentang mengapa, bukan bagaimana).
Ehm, kalau diteruskan akan memakan waktu, membuat hal sederhana menjadi complicated, berakhir dengan kacau balau.
Jadi tolong katakanlah padaku: 
"Tenanglah. Semua akan baik-baik saja!"
Maka everything gonna be ok...

No comments:

Post a Comment