Satu-satunya yang kucari bila menatap kalender adalah angka yang berwarna merah.
Tanggal merah, liburan.
Di tanganku sudah terselip "The Kite Runner" dan "To Kill The Mocking Bird" {eits, jangan salah, meskipun judulnya berbahasa Inggris isinya tetap saja terjemahan. Aku pernah memaksa membaca The Silver Chair versi Inggrisnya, dan yang kudapat hanyalah satu bab yang tuntas kubaca. Pusing. Terlalu sering membolak-balik kamus, sementara aku keburu penasaran dengan ceritanya -belakangan aku baru tahu, kalau versi Indonesia mungkin Narnia karena isinya sama}.
Di kalender ada beberapa tanggal merah.
Klop.
Itu namanya pucuk dicinta ulam tiba.
Apalagi, suami sudah woro-woro tidak ingin membaca keduanya.
Males.
Oh, syukurlah. Tidak perlu rebutan buku (seperti biasanya) sampai bukunya kucel. Tidak perlu akal-akalan menyembunyikan pula.
"Liburan mau ke mana?" tanya suami.
"Ke mana aja deh,"jawabku.
Acara utama kalau hari libur adalah jalan-jalan bertiga. Jadilah kami seharian keluar. Pagi, siang, malam.
Yahh, sama juga bohong!
Pembatas buku di The Kite Runner masih tetap tidak bergerak, To Kill The Mockingbird masih utuh rapi belum tersentuh.
Mungkin next time aku lebih beruntung...


No comments:
Post a Comment